Sunday, August 18, 2013

Jenis - Jenis Wayang

Wayang menurut pendapat Hazeu merupakan hasil budaya asli masyarakat Jawa zaman dahulu. (Hazeu 1987 : 45). Kata wayang berarti bayangan atau ayang-ayang. Kata bayangan diartikan sebagai bayangan roh-roh nenek moyang yang sudah meninggal. Maka pertunjukkan wayang pada awal mula selalu dikaitkan dengan upacara untuk menghormati roh-roh nenek moyang pada waktu itu. Sehingga pertunjukkan wayang mengandung unsur magis, religius, sakral. Hal semacam ini bisa dilihat pada pementasan wayang selalu disertai dengan berbagai seaji.

Upacara tradisi mayarakat Jawa dengan pertunjukkan wayang antara lain:
1.      Ruwatan (bocah sukerta)
2.      Memetri desa / bersih desa
3.      Ujar nadar
4.      Rasulan
Bentuk upacara tradisi semacam ini masih bisa dijumpai di berbagai daerah pinggiran terutama daerah pedesaan Eks. Karisidenan Surakarta. Namun seiring perkembangan jaman, selain pertunjukkan wayang difungsikan sebagai sarana upacara tradisi, juga dikemas sebagai seni pertunjukan yang mengutamakan pean moral dan nilai estetis.
Pementasan wayang tidak bisa lepas dengan unsur-unsur seni yang lain, antara lain : seni karawitan, seni drama, seni vokal, seni sastra, seni tari, dll.
Jenis – jenis wayang pada dasarnya dibedakan menurut :
1.      Bahan Baku Wayang
2.      Bentuk Wayang (boneka)
3.      Sumber Cerita Wayang
4.      Tokoh-tokoh Wayang
5.      Iringan dan model penyajian

Sumber : Buku Kesenian Daerah Kelas VII

Gerak Dasar Tari Gaya Surakarta

Rantaya berasal dari kata paran (apa) dan taya (mataya, tari). Menurut sumber lain bahwa rantaya yang berasal dari kata 'rante' dan 'taya'. Yang artinya didalam rantaya ada sebuah gerakan belajar berjalan atau didalam istilah tari dinamakan Lumaksana.
Jenis rantaya dibagi menjadi 3 macam :
1.       Rantaya Putri
2.       Rantaya Putra Alus
3.       Rantaya Putra Gagah
Pembagian jenis Rantaya diatas maing-masing mempunyai bentuk yang berbeda, adapun perbedaannya terletak pada ukuran lebar dan sempitnya bentangan baik kaki maupun tangan juga volume dan ruang lintasan geraknya.

1.      Macam Gerak Rantaya Putri antara lain :
a.       Trapsilantaya (Duduk Bersila)
b.       Nikelwarti (Jengkeng) – Sembahan (Mangenjali)
c.        Lumaksana Lembehan Kanan
d.       Lumaksana Ridhong Sampur
e.        Lumaksana Nayung
f.         Lumaksana Keputren
g.       Gerak Penghubung : Sindhet Kiri (4 hitungan)
h.       Gerak Penghubung : Ngigel (8 hitungan)
i.         Gerak Penghubung : Sabetan (12 hitungan)
j.         Gerak Penghubung : Ombak Banyu (12 hitungan)
k.       Gerak Penghubung : Srisig (4/8/12 hitungan, disesuaikan dengan kebutuhan)
2.      Macam gerak Rantaya Putra Alus antara lain :
a.       Trapsilantaya (Duduk Bersila)
b.       Nikelwarti (Jengkeng) – Sembahan (Mangenjali)
c.        Lumaksana Dhahap Hanuraga
d.       Lumaksana Dhadhap Impuran
e.        Lumaksana Bang-bangan / Bambangan
f.         Lumaksana Nayung
g.       Gerak Penghubung : Besut (4 hitungan)
h.       Gerak Penghubung : Ngigel (8 hitungan)
i.         Gerak Penghubung : Sabetan (12 hitungan)
j.         Gerak Penghubung : Ombak Banyu (12 hitungan)
k.       Gerak Penghubung : Srisig (4/8/12 hitungan, disesuaikan dengan kebutuhan)
l.         Macam gerak Rantaya Putra Gagah antara lain :
a.       Trapsilantaya (Duduk Bersila)
b.       Nikelwarti (Jengkeng) – Sembahan (Mangenjali)
c.        Lumaksana Kambeng
d.       Lumaksana Kalang Tinantang
e.        Lumaksana Bapang
f.         Gerak Penghubung : Besut (4 hitungan)
g.       Gerak Penghubung : Ngigel (8 hitungan)
h.       Gerak Penghubung : Sabetan (12 hitungan)
i.         Gerak Penghubung : Ombak Banyu (12 hitungan)


Sumber : Buku Kesenian Daerah Kelas VII

Fungsi Seni Tari

Dalam mempelajari seni tari, selain kita memahami tema dan mengerti karakter tari serta mengekspresikan gerak tarinya, yang tidak kalah pentingnya adalah kita juga harus mengetahui fungsi atau kegunaan tari pada kehidupan kita.
Sejak jaman prasejarah hingga saat ini seni tari sangat berperan sebagai sarana dalam berbagai macam kegiatan-kagiatan manusia terutama untuk kegiatan sosial karena manusia adalah sebagai makhluk sosial yang selalu berhubungan antara satu dengan yang lain. Fungsi seni tari dalam kehidupan kita banyak sekali antara lain seni tari digunakan untuk sarana upacara adat dan keagamaan, untuk pergaulan, dakwah ataupun untuk pendidikan juga untuk hiburan.

Dari berbagai fungsi tersebut, dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu :
1.   Seni Tari untuk Sarana Upacara
Tari sebagai sarana upacara pada umumnya bersifat sakral dan magis. Sedangkan upacara dalam kehidupan kita di Indonesia debedakan menjadi dua yaitu :
a.  Upacara Keagamaan
b.   Upacara Adat / Tradisi
Tari yang digunakan sebagai sarana upacara keagamaan biasanya bersifat sakral, sedangkan tari yang digunakan untuk upacara adat / tradisi bersifat magis, dimana pada saat menari ada kekuatan bawah sadar sehingga penari mengalami trance (tak sadar diri) hingga muncullah kekuatan lain yang diluar kemampuan manusia, misalnya penari menjadi kebal atau tahan senjata, beling, api dan melakukan tingkah laku yang sebelumnya tidak biasa dilakukan oleh penari itu, misalnya bisa mengusir roh jahat, mengobati penyakit dan kemampuan penari tersebut dari aliran putih melindungi serta keselamatan masyarakat pendukungnya.
Ciri-ciri umum tari upacara antara lain :
a.  Gerak tari imitatif / meniru gerak alam dan merupakan ekspresi kehendak jiwanya.
b.   Suasana magis, religius dan sakral.
c.   Iringan tari mononton tetapi menggugah.
d.  Penghayatan tari terbatas pada lingkungan setempat.
e.   Komposisi lantai sederhana, biasanya lingkaran dan dilaksanakan secara kolektif.
Contoh beberapa tari upacara :
a.  Tari Bedhaya Ketawang (Surakarta)
b.   Tari Bedhaya Semang (Yogyakarta)
c.   Tari Pendhet (Bali)
d.  Tari Nglango (Jawa Barat)
e.   Tari Seblang (Banyuwangi)
2.  Seni Tari untuk Sarana Hiburan
Sebagai sarana hiburan biasanya digunakan juga unuk pergaulan dan disebut juga tari gembira. Pada umumnya tari hiburan tidak bertujuan untuk ditonton, tetapi lebih mementingkan kepuasan individu dan tidak mementingkan keindahan. Sifat tari hiburan adalah spontanitas dan improvisasi.
Ciri-ciri umum tari hiburan diantaranya adalah :
a.  Gerak tari sederhana, orang mudah menirunya.
b.   Suasana gembira ria.
c.   Iringan tari sangat praktis dan jelas.
d.  Pelakunya biasanya pasangan pria dan wanita atau kelompok.
e.   Komposisi lantai selalu menutup.
Contoh beberapa tari hiburan :
a.  Tari Tayub (Jawa Tengah)
b.   Tari Kethuk Tilu (Jawa Barat)
c.   Tari Gandrung (Banyuwangi)
d.  Tari Joged Bumbung (Bali)
e.   Tari Serampang Dua Belas
3.  Seni Tari untuk Sarana Pertunjukkan
Pada tari pertunjukkan dalam penyajiannya mengutamakan segi artistiknya dengan konsepsional yang matang dan cermat serta tema dan tujuan jelas juga koreografinya yang berkualitas karena sengaja disusun untuk dipertontonkan. Dalam penyajiannya tari pertunjukkan ditempatkan pada tempat khusus (teater) baik berupa panggung terbuka atau tertutup.
Apabila ditinjau dari penggarapannya tari pertunjukkan dibedakan menjadi dua macam yaitu :
a.  Concert Dance
Concert Damce memerlukan persiapan yang panjang dengan pertanggung jawaban nilai artistik yang inggi juga dibutuhkan kerativitas yang aktual dengan penonton orang-orang tertentu yang memang mengerti pada bidang tari dan ada evaluasi sesudah pertunjukkan.
b.   Show Dance
Show Dance biasanya dipentaskan dengan tujuan untuk memeriahkan suatu resepsi atau acara tertentu dengan atraksi dipilih yang mudah dicerna, mengesankan dan menarik penonton. Karena perkembangan jaman fungsi tari banyak mengalami pergeseran misalnya tari upacara, tari hiburan beralih fungsi menjadi tari pertunjukkan.
Ciri-ciri tari pertunjukkan yaitu :
a.  Pola garapannya merupakan penyajian yang khusus untuk dipertunjukkan.
b.   Adanya faktor imaginatif dan kreativitas.
c.   Adanya ide yang mengarah kepada bentuk pementasan yang profesional.
d.  Tempat pementasan ditempat yang khusus atau teater.
Contoh-contoh tari pertunjukkan antara lain :
a.  Tari Gambyong (Surakarta)
b.   Tari Golek (Yogyakarta)
c.   Tari Ngemo (Jawa Timur)
d.  Tari Piring (Sumatra)

Sumber : Buku Kesenian Daerah kelas 7

Tuesday, January 8, 2013

Proses dalam Ginjal

Di dalam ginjal terjadi 3 kali pengolahan, yaitu :
1.    Filtrasi (Penyaringan)
Proses ini terjadi di glomerulus. Cairan yang tersaring ditampung oleh simpai Bowman. Cairan tersebut tersusun oleh urea, glukosa, air, ion-ion anorganik seperti natrium kalium, kalsium, dan klor. Darah dan protein tetap tinggal di dalam kapiler darah karena tidak dapat menembus pori–pori glomerulus.Cairan yang tertampung di simpai Bowman disebut urine primer. Selama 24 jam darah yang tersaring dapat mencapai 170 liter.

2.   Reabsorsi (Penyerapan Kembali)
Proses ini terjadi di tubulus kontortus proksimal. Proses yang terjadi adalah penyerapan kembali zat zat yang masih dapat diperlukan oleh tubuh. Zat yang diserap kembali adalah glukosa, air, asam amino dan ion-ion anorganik. Sedangkan urea hanya sedikit diserap kembali. Cairan yang dihasilkan dari proses reabsorbsi disebut urine sekunder.
3.   Augmentasi (Pengumpulan)
Proses ini terjadi di tubulus kontortus distal dan juga di saluran pengumpul. Pada bagian ini terjadi pengumpulan cairan dari proses sebelumnya. Di bagian ini juga masih terjadi penyerapan ion natrium, klor serta urea. Cairan yang dihasilkan sudah berupa urine sesungguhnya, yang kemudian disalurkan ke rongga ginjal.
Urine yang sudah terbentuk dan terkumpul di rongga ginjal dibuang keluar tubuh melalui ureter, kandung kemih dan uretra. Proses pengeluaran urine disebabkan oleh adanya tekanan di dalam kandung kemih. Tekanan pada kandung kemih selain disebabkan oleh pengaruh saraf juga adanya kontraksi otot perut dan organ-organ yang menekan kandung kemih.
Jumlah urine yang dikeluarkan dalam sehari rata-rata 1-2 liter, tetapi dapat berubah tergantung dari jumlah cairan yang masuk. Urine yang normal berwarna bening orange pucat tanpa endapan, baunya tajam (pesing), sedikit asam terhadap lakmus (pH 6).

Sumber : BSE IPA Kelas 9

Monday, January 7, 2013

Formasi Penyerangan

Dalam permainan sepak bola ada beberapa formasi penyerangan dan formasi pertahanan. Kedua formasi ini dilakukan untuk mencapai tujuan sesuai dengan strategi yang diterapkan. Pola penyerangan dalam sepak bola diterapkan dengan tujuan agar dapat menerobos pertahanan lawan dan menciptakan gol sebanyak-banyaknya sehingga dapat memenangkan pertandingan. Sementara itu, pola pertahanan diterapkan dalam permainan sepak bola dengan tujuan menghalau dan mempertahankan gawang dari serangan lawan sehingga tidak terjadi gol.
Formasi penyerangan
Berikut ini akan dijelaskan berbagai pola formasi penyerangan sebagai berikut.
A.     Pola 1-4-2-4
Cara melakukannya sebagai berikut.
1.       Empat pemain belakang merupakan pemain bertahan menjaga gawang, kemudian 2 center back saling bersisihan bias melakukan maju membantu penyerangan.
2.      Kedua full back bertugas melindungi 2 center back dan juga membantu melakukan penyerangan secara aktif.
3.      Kedua pemain tengah harus bekerja keras beroperasi pada alapangan tengah.
4.      Empat pemain depan dipersiapkan untuk penyerangan dibantu kedua sayap.
B.      Pola 1-4-3-3
Cara melakukannya sebagai berikut.
1.       Kerja sama saling pengertian antarpemain bertahan dengan ketiga pemain di tengah. Koordinasi dengan kedua full back dan ketiga pemain tengah mengatur untuk penyerangan.
2.      Ketiga ujung tombak hanya mengambil bagian dalam pertahanan lawan dengan menekan pertahanan lawan
C.      Pola 1-4-4-2
Cara melakukannya sebagai berikut.
1.       Di depan daerah pertahanan sendiri diperkuat 4 pemain tengah dengan penggunaan lapangan tengah bekerja sama dengan pemain yang lain.
2.      Menempatkan dua ujung tombak di pertahanan lawan.
3.      Penyerang mencari ruang dan waktu untuk temanteman melakukan aksi perorangan dan kerja sama untuk mencetak gol.
D.      Pola 1-1-3-3-3 (pola dengan libero)
Cara melakukanya sebagai berikut.
1.       Posisi belakang libero mempunyai pandangan yang baik terhadap pemain dan data mengontrol seluruh pertahanan sehingga bila terjadi penyerangan dari lawan langsung dapat digagalkan dengan gerakan pasti.
2.      Organisasi pertahanan dengan sistem libero mempunyai kekuatan untuk membangun permainan dan memimpin penyerangan. Libero dapat bergerak ke depan untuk menyerang tanpa harus memikirkan risiko karena tidak harus memperhatikan seorang lawan.


Sumber : BSE Penjasorkes Kelas 9

Friday, January 4, 2013

Internet di Indonesia

Di Indonesia, jaringan internet mulai dikembangkan pada tahun 1983 oleh Dr. Joseph F.P Luhukay di Universitas Indonesia, berupa UINet. Jaringan itu dibangun selama empat tahun. Pada tahun yang sama, Luhukay juga mulai mengembangkan University Network (Uninet) di lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Departemen Pendidikan Nasional/Depdiknas). Jaringan ini adalah jaringan komputer dengan jangkauan lebih luas yang meliputi Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Surabaya, Universitas Hasanudin, dan Ditjen Dikti.




Saat ini internet sudah mulai berkembang di Indonesia. Penduduk Indonesia sudah mulai menggunakan internet untuk memuaskan rasa keingintahuan dan untuk memperoleh informasi. Sampai tahun 2009, Indonesia menempati peringkat ke-5 untuk kategori jumlah pengguna internet di Asia. Akan tetapi, pengguna internet di Indonesia hanya 10 % dari keseluruhan jumlah penduduk. Hal ini menunjukkan bahwa internet masih kurang berkembang di Indonesia. Baru sebagian kecil penduduk Indonesia yang menggunakan internet untuk berkomunikasi dan mencari berbagai informasi.

Beberapa negara sudah membuat aturan yang berkaitan dengan hukum internet (cyberlaw), terutama yang berkaitan dengan keamanan dan pornografi. Indonesia baru mencoba menerapkan aturan perundangundangan, yaitu HAKI. Dengan adanya HAKI, hak cipta perorangan, sekelompok orang, atau lembaga dapat terlindungi.

Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) adalah hak eksklusif yang diberikan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. Secara sederhana HAKI mencakup hak cipta, hak paten, dan hak merek supaya hasil karyanya tidak dibajak pihak lain.

Tanpa adanya HAKI, semua orang bisa dengan mudah mendownload file atau program yang diinginkan dari internet. Hal tersebut menyebabkan pembuatnya secara otomatis dirugikan. Oleh karena itu, terkadang kalian harus membayar saat men-download file atau program tertentu.

Sumber : BSE TIK Kelas 9

Sejarah Piala Dunia

Sepak bola sudah dimainkan di Olimpiade sejak tahun 1900 (kecuali pada Olimpiade tahun 1932 di Los Angeles). Awalnya, ini hanya untuk pemain-pemain amatir saja, namun sejak Olimpiade Los Angeles 1984 pemain profesional juga mulai ikut bermain, disertai peraturan yang mencegah negara-negara untuk memainkan tim terkuat mereka. Pada saat ini, turnamen Olimpiade untuk pria merupakan turnamen U-23 yang boleh ditambahi beberapa pemain di atas umur. Akibatnya, turnamen ini tidak mempunyai kepentingan internasional dan prestise yang sama dengan Piala Dunia, atau bahkan dengan Euro, Copa America, dan Piala Afrika.


Piala Dunia bukanlah kejuaraan sepak bola internasional pertama. Sepak bola amatir menjadi bagian dari program Olimpiade untuk pertama kalinya pada tahun 1908. Pada tahun 1909 di Torino diselenggarakan sebuah turnamen sepak bola yang bernama Piala Sir Thomas Lipton. Italia, Jerman, dan Swiss mengirimkan klub mereka yang paling prestisius ke turnamen tersebut namun Persatuan Sepak bola Inggris (FA) menolak tawaran untuk ikut
serta dalam kejuaraan itu. Ide melahirkan kejuaraan sepak bola dunia tercetus pada 1904
di Paris saat Konggres I Fédération Internationale de Football Association.

Pada 1928, hasil usaha FIFA dan presiden persatuan sepak bola Perancis (FFFA), Jules Rimet dan rekannya Henri Delaunay, peserta kongres di Amsterdam memutuskan untuk melaksanakan ide tersebut. Setahun kemudian, FIFA secara resmi mempersiapkan sebuah kejuaraan bernama World Cup yang akan berlangsung setiap empat tahun. Pada kongres FIFA 17-18 Mei 1929 di Barcelona, Spanyol, Uruguay mendapatkan dukungan dari 23 peserta kongres menjadi tuan rumah Piala Dunia pertama menyingkirkan ambisi Hungaria, Italia, Belanda, Spanyol, dan Swedia. Piala kejuaraan ini dikenal dengan Piala Jules Rimet.

Piala Jules Rimet dibuat oleh perupa Prancis, Abel La Fleur, berbentuk oktagonal berlambangkan bumi dipegang oleh Dewa Kemenangan yang bernama Nike (dewa Yunani purba). Piala ini dibuat dari emas, mempunyai berat 3.8 kg dan tinggi 35 cm. Maka Piala Dunia FIFA yang pertama pun diadakan di Uruguay dan berlangsung dari 13-30 Juli 1930. 13 negara turut serta enam dari Amerika Selatan, lima dari Eropa dan dua dari Amerika Utara. Uruguay mengalahkan Argentina 4-2 di depan 93.000 penonton di Montevideo untuk menjadi negara pertama yang merebut piala tersebut. Selama Perang Dunia II kejuaraan ini terhenti selama 12 tahun, dimulai kembali tahun 1950 di Brasil. Piala Jules Rimet pernah dicuri sewaktu dipamerkan di Stampex Exhibition di Westminster Central Hall, London saat menjelangnya Piala Dunia 1966 di Inggris, namun ia ditemukan 7 hari kemudian oleh seekor anjing bernama Pickles. Pada 1970 di Meksiko, FIFA telah memutuskan Brasil menyimpan Piala Jules Rimet karena menjadi negara pertama yang juara sebanyak 3 kali, 1958, 1962 dan 1970.

Badan induk FIFA kemudian membuat piala dunia baru dengan menggunakan emas 18 karat, 36 cm tinggi dan mempunyai berat 4.97 kg dan dirancang oleh perupa terkenal Italia, Silvio Gazzaniaga dan digunakan sehingga sekarang. FIFA menetapkan hanya pemimpin negara dan pemenang Piala Dunia saja yang boleh menyentuh piala tersebut. Replika piala yang dilapis emas akan diberikan untuk disimpan oleh pemenang.

Ada 5 syarat dalam suatu tim untuk dapat memenangkan suatu pertandingan/kompetisi yang sangat ketat sekarang ini yaitu: fisik, teknik, kerjasama tim dan mental juara, serta taktik yang jitu dalam suatu tim.
Seorang pemain harus menguasai teknik dasar sepak bola, antara lain:
- teknik menendang dengan berbagai bagian kaki,
- teknik menahan bola dengan berbagai teknik,
- teknik menggiring bola dengan berbagai variasi, dan
- teknik menyundul bola yang benar.

Sumber : BSE Penjasorkes Kelas 9